Buktikan Merahmu


Di saat para pengusaha iklan bersaing ketat merebut hati masyarakat, masih ada yang memperhatikan budi pekerti dalam promosinya. Seperti iklan rokok yang menggambarkan sosok pemuda berakhlak mulia. Dia begitu peduli terhadap orang tuanya (ibu). Dia juga menghormati dan menghargai lingkungan.

Coba bayangkan ketika dia ditunggu kawan-kawannya untuk berlibur, justru menunggu ibunya untuk berpamitan. Setelah ketemu dia pun membantu membawakan barang belanjaan ibu dan kemudian berpamitan sambil mencium tangan.

Di lain waktu, dia berusaha mencari tempat duduk dengan berdesakan di sebuah angkutan (kereta api). Namun tatkala sudah duduk dan menikmatinya, tiba tiba melihat seorang ibu tua kerepotan mencari tempat duduk. Dia merasa terpanggil hatinya untuk memberikan tempat duduknya.

Ada pula iklan produk yang menampilkan seorang musafir muda bersepeda motor yang begitu tabah dan sabar menerima perlakuan buruk orang lain. Dia tabah menerima dan senyum saat tahu makanannya diambil orang lain. Padahal dia belum makan untuk berbuka puasa.

Dia sabar dan senyum dikala pakainya terpercik air ban mobil yang kotor. Lalu mengapa para pengusaha iklan tidak menyontoh iklan-iklan tersebut. Padahal iklan memberikan kesan dan pesan mendalam bagi para pemuda penerus bangsa.

Mereka membutuhkan teguran dan teladan yang baik dari para orang tua dan masyarakat. Wahai pengusaha dan pemuda buktikan merahmu untuk membangun negeri ini.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Buktikan Merahmu"

Post a Comment